Bukit Bengkirai

8 Juli 2009

Jembatan Gantung

Jembatan Gantung

Bukit Bengkirai sebenarnya bukan tempat wisata yang sengaja dibuat untuk tujuan wisata. Bukit Bengkirai sebenarnya adalah tempat penelitian yang  lokasinya berada di Taman Bukit Suharto. Lokasi tempat wisata ini dapat dicapai dari jalan raya Samarinda – Balikpapan KM.80 (dari arah Samarinda). Dari pertigaan Samboja kira2 masih sekitar 10 Km masuk kedalam. Jalan akses cukup baik meskipun beberapa masih berupa jalan tanah dan batu. Meskipun hujan akses jalan masih dapat dilalui dengan kendaraan sejenis station wagon. Di Bukit Bengkirai terdiri dari 4 pohon Bengkirai yang dihubungkan dengan jembatan gantung (canopy brigde) dengan tinggi kurang lebih 30 meter diatas permukaan tanah. Dari pintu masuk/tempat parkir mobil masih dibutuhkan kira2 450 meter jalan kaki menuju canopy bridge. Jalan yang dilalui berada dibawah pepohonan hutan hujan tropis. Cukup menyenangkan untuk wisata keluarga. Di lokasi ini masih banyak tempat yang dapat dikunjungi, hanya saja akses yang sudah mulai sulit dicapai membuat tujuan utamanya hanyalah canopy brigde. Terdapat juga hotel dan kolam renang, serta tempat istirahat dan beberapa warung souvenir.

Tangga dilihat dari sisi lainnya

Tangga dilihat dari sisi lainnya

Mahkota Keindahan Pulau Kalimantan

13 Desember 2008
Bukan bunganya yang berwarna hitam, namun daunnya berbentuk lidah dengan warna hitam

Bukan bunganya yang berwarna hitam, namun daunnya berbentuk lidah dengan warna hitam

Anggrek hitam adalah salah satu bunga anggrek khas Kalimantan. Sebenarnya ada beberapa jenis anggrek hitam asli Kalimantan, namun yang saya temukan kali ini adalah Anggrek Hitam yang tumbuh di Kabupaten Kutai Barat tepatnya di Taman Nasional Kersik Luwai. Tanaman ini tumbuh pada habitat yang basah, meskipun saat saya berkunjung ke tempat itu kondisi tanahnya adalah tanah pasir dan sebagian wilayah hutang lindung telah terbakar habis pada tahun 2006 lalu. Tanaman anggrek tumbuh seperti parasit, ia menmpel pada inangnya. Lahan gambut adalah tempat paling cocok bagi perkembangbiakan anggrek. Kondisi suhu yang tidak terlalu tinggi dan tingkat kelembaban udara yang tinggi membuat anggrek ini tumbuh subur dalam hutan Kersik Luwai.

Long Apari

13 Desember 2008
Sedang berada di Jembatan Long Apari

Saya sedang berada di jembatan Long Apari

Long Apari adalah sebuah kecamatan di ujung Barat Kalimantan Timur. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Negara Malaysia dan propinsi Kalimantan Barat. Sebagai kecamatan paling ujung dari Kabupaten Kutai Barat, lokasi wilayah ini cukup sulit dijangkau. Dengan perjalanan kurang lebih 3 hari dari Samarinda menggunakan jalur sungai Mahakam, anda akan tiba di kecamatan paling ujung dari Propinsi Kalimantan Timur ini.

Itupun bila anda merasa stamina anda cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan selama 3 hari 2 malam berturut-turut. Rincian perjalanannya adalah dari Samarinda naik kapal jurusan Long Bagun dengan harga tiket sekitar Rp.275.000,00, perjalanan ini ditempuh dalam waktu kurang lebih 40 jam. Kemudian dilanjutkan dari Long Bagun menuju Long Apari menggunakan speed boat berkekuatan 400 PK dengan harga tiket Rp.800.000,00 sekali jalan. Itupun jumlah penumpang minimal 10 orang baru speed boat bisa jalan. Apabila jumlah penumpang kurang dari 10 orang maka harus menuggu selama 3 hari berturut-turut agar jumlah penumpang mencapai 10 orang. Bila dalam waktu 3 hari jumlah penumpang belum mencapai 10 orang pemilik speed boat bisa mengangkut penumpang seadanya atau diserahkan kepada pemilik speed boat lain yang mau mengangkut penumpang.

angkutan menuju Long Apari

angkutan menuju Long Apari

Perjalanan ke Long Apari sendiri memerlukan waktu sekitar 6-8 jam. Tergantung dari kondisi air. Tidak setiap hari kapal bisa naik menuju Hulu Sungai Mahakam ini. Beberapa riam (jeram) dengan batu berukuran cukup lumayan untuk menghancurkan kapal yang kita tumpangi dan juga arus yang kuat menjadi salah satu alasan. Apabila kapal tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan terpaksa kita harus menunggu sampai arus Sungai surut kembali sehingga bisa dilalui oleh kapal.

Selama perjalanan anda akan mendapatkan pemandangan yang indah sepanjang sungai. Mulai dari penambangan emas ilegal di sepanjang sungai sampai jajaran tebing dengan keindahan yang sangat alami. Hutan-hutan yang masih lebat dan juga air sungai yang tidak begitu kotor sekalipun warnanya masih kecoklatan.

Saya sendiri sangat mensyukuri pernah melakukan perjalanan menuju Long Apari ini. Keindahan hutan dengan hawa yang masih khas aroma hutan rimba membuat lamanya perjalanan tidak terasa.

Kapal terombang-ambing karena kecepatan yang rendah

Kapal terombang-ambing karena kecepatan yang rendah

Perjalanan ke Long Apari selain menggunakan speed boat anda juga dapat menggunakan kapal dagang dengan 3 mesin berkekuatan masing-masing 40-80 PK. Lama perjalanannya pun lebih panjang dan tempat duduk penumpang tidak senyaman menggunakan speed boat.  Kapal dagang adalah kapal pengangkut bahan makanan pokok dan juga bahan bakar menuju Long Apari, Long Pahangai, dan desa sekitarnya. Dengan kapal ini goncangan akan lebih terasa, sebab dengan kecepatan kapal yang tidak begitu kencang berikut beban keseluruhan hampir 3 ton. Kapal dagang ini bisa membawa 14 drum bahan bakar untuk dijual kembali di pedalaman. Asal tahu saja saat harga BBM Bensin di Samarinda Rp.6000,00 di Hulu Mahakam harganya bisa mencapai Rp.12.000,00 – Rp.15.000,00. Tergantung stok dan juga jalur transportasi.

Dengan kondisi demikian saya heran, mengapa masih ada orang yang mau tinggal di pedalaman seperti itu. Usut punya usut ternyata di pedalaman Long Apari ini gudangnya sarang walet. Uang jutaan tidak ada harganya sama sekali di tempat ini. Yang penting adalah sembako dan juga kebutuhan lainnya. Sarang walet berupa gua-gua alami yang ada di dalam hutan, sehingga setiap warganya hampir segaian besar memperoleh uang dari hasil penjualan sarang walet dan juga emas. Pantas saja banyak yang kerasan tinggal di tempat seperti itu.

Pulau Kumala

13 Desember 2008

kapal samarinda - melakPulau Kumala adalah sebuah gundukan tanah yang berada di tengah-tengah sungai Mahakam, tepatnya di Kec. Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Pada awal perencanaannya Pulau Kumala ditujukan untuk sarana hiburan warga Tenggarong khususnya dan warga Kalimantan Timur pada umumnya. Pulau Kumala dikenal sebagai ciri khas pariwisata Tenggarong, sebab di ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara ini segala fasilitas publik akan dibangun. Namun demikian perkembangan kabupaten Kukar ini teidaklah merata, semua fasilitas hanya terpusat pada satu kecamatan (Tenggarong) dan kecamatan disekelilingnya kurang mendapatkan perhatian.

Patung berdiri di ujung pulau kumala

Patung berdiri di ujung pulau kumala

Untuk menuju Pulau Kumala dari Balikpapan anda dapat menggunakan taksi ataupun menyewa kendaran roda empat (taksi gelap) dengan lama perjalanan kurang lebih 2,5 jam atau setara dengan 140 km.

Apabila dari Samarinda anda dapat menggunakan bus jurusan Melak (Kutai Barat) dengan lama perjalanan antara 30-45 menit.

Untuk menyebrang Pulau Kumala sendiri anda dapat menggunakan perahu yang banyak disediakan di pinggiran sungai maupun kereta gantung dengan ketinggian kurang lebih 50 meter diatas permukaan air.  Pulau ini sebenarya cukup dekat dari daratan, hanya sekitar 50 meter saja. Namun sengaja tidak dibuat jembatan untuk menuju kesana sebab banyak ponton batubara berukuran besar yang hilir mudik melewati sungai mahakam.

Di dalam Pulau Kumala anda dapat menikmati beragam wahana permainan layaknya di sebuah dunia fantasi, namun saat ini permainannya belum lengkap dan masih terbatas pada permainan anak-anak saja. Cukup bagus bila dijadikan salah satu tujuan wisata di Propinsi Kalimantan Timur ini.