
Saya sedang berada di jembatan Long Apari
Long Apari adalah sebuah kecamatan di ujung Barat Kalimantan Timur. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Negara Malaysia dan propinsi Kalimantan Barat. Sebagai kecamatan paling ujung dari Kabupaten Kutai Barat, lokasi wilayah ini cukup sulit dijangkau. Dengan perjalanan kurang lebih 3 hari dari Samarinda menggunakan jalur sungai Mahakam, anda akan tiba di kecamatan paling ujung dari Propinsi Kalimantan Timur ini.
Itupun bila anda merasa stamina anda cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan selama 3 hari 2 malam berturut-turut. Rincian perjalanannya adalah dari Samarinda naik kapal jurusan Long Bagun dengan harga tiket sekitar Rp.275.000,00, perjalanan ini ditempuh dalam waktu kurang lebih 40 jam. Kemudian dilanjutkan dari Long Bagun menuju Long Apari menggunakan speed boat berkekuatan 400 PK dengan harga tiket Rp.800.000,00 sekali jalan. Itupun jumlah penumpang minimal 10 orang baru speed boat bisa jalan. Apabila jumlah penumpang kurang dari 10 orang maka harus menuggu selama 3 hari berturut-turut agar jumlah penumpang mencapai 10 orang. Bila dalam waktu 3 hari jumlah penumpang belum mencapai 10 orang pemilik speed boat bisa mengangkut penumpang seadanya atau diserahkan kepada pemilik speed boat lain yang mau mengangkut penumpang.

angkutan menuju Long Apari
Perjalanan ke Long Apari sendiri memerlukan waktu sekitar 6-8 jam. Tergantung dari kondisi air. Tidak setiap hari kapal bisa naik menuju Hulu Sungai Mahakam ini. Beberapa riam (jeram) dengan batu berukuran cukup lumayan untuk menghancurkan kapal yang kita tumpangi dan juga arus yang kuat menjadi salah satu alasan. Apabila kapal tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan terpaksa kita harus menunggu sampai arus Sungai surut kembali sehingga bisa dilalui oleh kapal.
Selama perjalanan anda akan mendapatkan pemandangan yang indah sepanjang sungai. Mulai dari penambangan emas ilegal di sepanjang sungai sampai jajaran tebing dengan keindahan yang sangat alami. Hutan-hutan yang masih lebat dan juga air sungai yang tidak begitu kotor sekalipun warnanya masih kecoklatan.
Saya sendiri sangat mensyukuri pernah melakukan perjalanan menuju Long Apari ini. Keindahan hutan dengan hawa yang masih khas aroma hutan rimba membuat lamanya perjalanan tidak terasa.

Kapal terombang-ambing karena kecepatan yang rendah
Perjalanan ke Long Apari selain menggunakan speed boat anda juga dapat menggunakan kapal dagang dengan 3 mesin berkekuatan masing-masing 40-80 PK. Lama perjalanannya pun lebih panjang dan tempat duduk penumpang tidak senyaman menggunakan speed boat. Kapal dagang adalah kapal pengangkut bahan makanan pokok dan juga bahan bakar menuju Long Apari, Long Pahangai, dan desa sekitarnya. Dengan kapal ini goncangan akan lebih terasa, sebab dengan kecepatan kapal yang tidak begitu kencang berikut beban keseluruhan hampir 3 ton. Kapal dagang ini bisa membawa 14 drum bahan bakar untuk dijual kembali di pedalaman. Asal tahu saja saat harga BBM Bensin di Samarinda Rp.6000,00 di Hulu Mahakam harganya bisa mencapai Rp.12.000,00 – Rp.15.000,00. Tergantung stok dan juga jalur transportasi.
Dengan kondisi demikian saya heran, mengapa masih ada orang yang mau tinggal di pedalaman seperti itu. Usut punya usut ternyata di pedalaman Long Apari ini gudangnya sarang walet. Uang jutaan tidak ada harganya sama sekali di tempat ini. Yang penting adalah sembako dan juga kebutuhan lainnya. Sarang walet berupa gua-gua alami yang ada di dalam hutan, sehingga setiap warganya hampir segaian besar memperoleh uang dari hasil penjualan sarang walet dan juga emas. Pantas saja banyak yang kerasan tinggal di tempat seperti itu.
Kaitkata: long apari, mahakam hulu, riam, travelling